Pelatihan Kerja & Sertifikasi Online Berkualitas TopEdu | nucareer.id
topkarir-logo
Pencari Karir Pencari Kandidat

Kelebihan dan Kekurangan Metode Waterfall, Begini Cara Kerjanya

14 April 2021 17:04 23042 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 3 KALI DIBAGIKAN

Dalam pengembangan perangkat lunak atau software, biasanya model waterfall bisa menjadi metode yang digunakan. Metode ini merupakan model yang merincikan beberapa tahap pengerjaan dalam pengembangan sebuah perangkat lunak. Pengerjaan beberapa tahap itu akan saling terperinci dan bersifat linear, memudahkan pemantauan progres.

 

Penggunaan metode ini dalam pengembangan aplikasi, biasanya digunakan jika proyek tidak terlalu besar. Dibutuhkan ketelitian yang tinggi dalam pengerjaan menggunakan model ini. Jika terdapat kesalahan yang baru disadari di tahap sebelumnya, pengerjaan akan bisa menjadi rumit. Karena hal tersebut, metode ini biasanya digunakan pada proyek berskala kecil.

 

Di balik hal itu semua, tentu ada kegunaan dan kekurangan tersendiri dalam menggunakan model waterfall ini. Kelebihan yang paling menonjol dari model ini adalah proyek akan terstruktur pengerjaannya, sehingga terlihat jelas arah pengembangan tersebut. Namun di lain sisi pengerjaan proyek menjadi kurang fleksibel.

 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Waterfall, Begini Cara Kerjanya.

 

Nah, untuk lebih jelasnya, yuk simak dulu kelebihan dan kekurangan penggunaan metode waterfall ini dalam pengembangan software!

 

Kelebihan

 

Salah satu kelebihan dalam metode ini adalah dengan model pengerjaannya yang linear, sehingga meminimalisir kesalahan. Selain itu, pengerjaan yang terstruktur dan terlihat jelas arahnya, membuat metode ini juga bisa menjadi pilihan yang cocok dalam pengembangan software

 

Berikut ini merupakan beberapa kelebihan yang ada dalam model waterfall ini.

 

 

  • Sistem rangkaian jelas

 

 

Memiliki alur yang jelas, membuat pengerjaan proyek akan semakin mendetail. Dengan begitu, kesalahan bisa dikurangi. Semakin terperinci tugas yang akan dikerjakan, maka semakin kecil juga potensi kesalahan yang akan dilakukan.



 

  • Gambaran akhir yang jelas

 

 

Pada tahap awal pengembangan melalui metode ini, dibutuhkan analisa data yang jelas dan lengkap. Hal tersebut membuat proyek memiliki tujuan akhir yang jelas. Dengan begitu, tentu produk yang dihasilkan akan setia pada konsep awal.

 

 

  • Baik dalam dokumentasi

 

Salah satu kelebihan yang ada dalam model ini adalah baik dalam dokumentasi. Karena hal tersebut, setiap progres dan informasi bisa tercatat dan dapat diakses oleh pengembang yang lain.

 

Kekurangan

 

Dalam model ini, pengembangan software juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang ada adalah dengan tidak fleksibelnya pengerjaan sebuah proyek. Karena pengerjaan yang linear, sulit untuk banyak melakukan perubahan dari konsep awal .Jadi jika ada informasi yang tidak terdokumentasi, maka mustahil untuk dilakukan perubahan.

 

Berikut ini merupakan beberapa kekurangan yang ada dalam model waterfall ini.

 

 

  • Tidak fleksibel

 

 

Jika klien memiliki perubahan visi di tengah jalan, tentu akan sulit bagi pengembang untuk merubahnya. Pengerjaan yang linear memaksa hasil akhir harus setia dengan konsep di awal.

 

 

  • Memakan waktu yang lama

 

 

Pengerjaan yang linear dan struktural tersebut, memaksa proses yang dilakukan menjadi lama. Pengerjaan yang tidak bisa dilakukan secara paralel, tentu bisa lebih memakan banyak waktu.

 

 

  • Potensi kenaikan biaya yang besar

 

 

Karena produk software baru bisa dilihat setelah hasil akhirnya jadi, maka jika ada rasa tidak puas dan revisi dari klien, dibutuhkan pengerjaan ulang. Karena pengulangan tersebut tentu biaya dan tenaga yang dikeluarkan akan lebih besar.


Itu tadi kelebihan dan kekurangan metode waterfall. Masih banyak artikel tips karir yang bermanfaat dari NU Career. Jangan lupa registrasi ke NU Career untuk menemukan pekerjaan impianmu.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Hindari Kata-Kata Berikut Ini Saat Wawancara Kerja

Hindari Kata-Kata Berikut Ini Saat Wawancara Kerja

Kamu sedang menghadapi proses wawancara kerja Sahabat TopKarir? Sebelum melakukannya kamu perlu mempersiapkan sebaik mungkin. Seperti yang kita tahu proses wawancara kerja, merupakan proses yang penting apabila kamu ingin diterima bekerja. Termasuk menghindari perkataan yang bisa membuatmu gagal dalam wawancara kerja, apa saja? Disimak yuk Sahabat TopKarir!     Berkata Kasar   Hindari berkata kasar saat melakukan wawancara kerja, hal itu akan merugikanmu karena kamu dianggap tidak memiliki sopan santun. Kamu juga akan di blacklist dari perusahaan tersebut dan masuk kedalam daftar kandidat yang tidak direkomendasikan.     Menjelek-jelekan Pekerjaan Lama   Hal yang kamu hindari berikutnya adalah kamu tidak boleh mengeluarkan perkataan yang menjelek-jelekkan perusahaan atau pekerjaan lamamu. Karena pihak perusahaan akan berpikir kamu bukanlah orang yang profesional dan tidak bijak. Jangan ya Sahabat TopKarir.     Tidak Menguasai Tentant Perusahaan   “Perusahaan ini bergerak di bidang apa ya?” kata-kata itu harus kmu hindari ya Sahabat TopKarir. Sebelum memulai wawancara kerja lebih baik kamu mempelajari dulu tentang perusahaan tersebut agar kamu terlihat sungguh-sungguh.   Nah itu dia kata-kata yang harus kamu hindari saat wawancara kerja, semoga tips ini berguna untuk kamu ya Sahabat TopKarir! Dapatkan tips karir lainnya di www.topkarir.com.
Memahami Exit Interview Sebagai Sarana Evaluasi Perusahaan

Memahami Exit Interview Sebagai Sarana Evaluasi Perusahaan

Exit interview atau wawancara keluar didefinisikan sebagai bentuk wawancara yang dilakukan pada karyawan yang ingin keluar atau berhenti bekerja di perusahaan. Tidak banyak perusahaan yang melakukan sistem ini, tapi sejatinya Exit Interview punya dampak yang besar bagi  perusahaan. Karyawan yang memutuskan untuk resign pasti sudah mengenal kekurangan dan kelebihan yang dimiliki perusahaan Anda selama bekerja. Menyelami informasi dari sudut pandang karyawan dalam proses exit interview dilakukan sebagai salah satu cara melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem yang berlaku di perusahaan Anda. Tapi perlu diingat bahwa exit interview tidak bertujuan untuk mengizinkan atau tidaknya karyawan keluar. Melihat manfaat dari exit interview, pahami lebih dalam metode wawancara ini.   Tujuan Exit Interview Alasan beberapa perusahaan yang tidak melakukan exit interview salah satunya adalah sulit bekerja sama dengan karyawan yang keluar karena rasa kecewa terhadap perusahaan. Namun jika kasus turnover karyawan tinggi di perusahaan Anda, exit interview harus segera dilakukan untuk menggali penyebab karyawan memutuskan hubungan kerja dan memperbaiki sistem yang dianggap kurang memuaskan. Masalah kecil yang tidak diketahui dan terjadi di lingkup perusahaan Anda bisa jadi masalah besar jika tidak segera dicari jalan keluarnya.   Dengan exit interview, Anda akan memahami perspektif baru dari sisi karyawan yang selama ini tidak diketahui, membuka ruang untuk menyampaikan saran demi perbaikan sistem, manajemen karyawan sampai fasilitas. Sebagai HR Anda juga dapat menemukan syarat rekrutmen baru untuk menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan adanya exit interview adalah menekan angka turnover tinggi di kemudian hari.   Panduan pertanyaan yang sering diajukan Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan pada saat exit interview : Apa alasan Anda resign? Apa yang tidak anda suka dari perusahaan ini? Apakah perusahaan Kami berhasil membantu Anda berkembang? Bagaimana hubungan Anda dengan atasan dan rekan kerja saat ini? Apa suka dan duka selama bekerja di perusahaan ini?   Sebagai metode mempertahankan karyawan terbaik Sesi exit interview bisa menjadi sarana mempertahankan karyawan yang punya kontribusi besar bagi perusahaan. Tentu Anda tidak ingin melepaskan karyawan itu dengan mudah bukan? Biasanya perusahaan memberikan pertanyaan “Apa yang bisa kami lakukan untuk mempertahankan Anda di perusahaan ini?” Bahkan Anda bisa mengajukan penawaran kenaikan jabatan atau gaji untuk karyawan tersebut supaya ia mau mengurungkan niat keluar dari perusahaan Anda. Tapi perlu diingat kembali, bahwa Anda tidak bisa memaksakan kehendak untuk segala keputusan yang diambil karyawan.   Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips seputar dunia HR lainnya bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.  
Komentar