Pelatihan Kerja & Sertifikasi Online Berkualitas TopEdu | nucareer.id
topkarir-logo
Pencari Karir Pencari Kandidat

Bingung Kerja Sampingan Pilih Freelance atau Part Time? Ini Bedanya

24 Maret 2021 20:03 6524 KALI DIBACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN

Kebutuhan semakin bertambah tapi pemasukan tak kunjung ada kenaikan? Mungkin ini saatnya kamu mengambil kerja sampingan untuk menambah pendapatan.

 

Situs pencari kerja pun kini tidak hanya menyediakan lowongan bagi karyawan full-time tapi juga part-time dan freelance. Sejatinya, pekerja part-time dan freelance sama-sama tidak terikat dengan perusahaan.

 

Artinya, mereka punya waktu untuk bisa melakukan hal lain di luar jam kerja. Lain halnya dengan karyawan full time yang terikat perjanjian kerja dengan sebuah perusahaan. Jam kerjanya pun diatur oleh perusahaan dan pemerintah dengan minimal 8 jam per hari.

 

Belum lagi jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan di hari itu, karyawan full time mau tidak mau tetap melanjutkan tugas bahkan hingga melebihi jam kerja alias lembur. Namun kondisi seperti ini sangat minim dialami oleh seorang pekerja part-time atau freelance.

 

Karena jam kerjanya yang lebih sedikit dan fleksibel, bekerja part time atau menjadi freelance cocok dijadikan kerja sampingan. Sebelum memutuskan mana yang ingin kamu ambil, simak dulu perbedaan kerja part-time dan freelance berikut ini.

 

Perbedaan Kerja Part-Time dan Freelance

Punya pekerjaan tetap tentu menjadi impian setiap orang. Apalagi kalau bukan karena pemasukan yang stabil di setiap bulan hingga ingin memiliki karier yang cemerlang.

 

Namun ada juga yang merasa menjadi pekerja full-time sebagai sebuah tuntutan akan kebutuhan yang tak kunjung usai. Untuk menyiasatinya, mengambil kerja sampingan bisa menjadi solusi, baik itu kerja part-time atau freelance.

Karyawan Part Time atau Paruh Waktu

Sesuai dengan namanya, pekerja part-time atau paruh waktu memiliki jam kerja yang jauh lebih sedikit ketimbang pekerja full-time. Setidaknya, pekerja paruh waktu bekerja selama 3-4 jam setiap harinya.

 

Ada yang bekerja hanya di akhir pekan atau Sabtu dan Minggu seperti kopi barista, penjaga loket, Bahkan tidak sedikit pekerja part-time yang bekerja hanya pada event tertentu seperti SPG rokok atau usher di pameran otomotif. 

 

Pekerjaan ini juga cocok untuk para pelajar atau mahasiswa yang ingin mendapatkan uang tambahan. Karena jam kerjanya yang lebih sedikit, gaji para pekerja part-time juga sudah pasti lebih kecil dari pekerja full-time.

 

Tidak ada asuransi ataupun tunjangan yang akan diperoleh pekerja paruh waktu. Selain itu, jangan pernah berharap akan ada peningkatan karier untuk pekerjaan ini.

 

Tapi keuntungannya, bekerja part-time tidak terikat pada kontrak panjang sehingga karyawan bisa dengan bebas berpindah pekerjaan. Banyaknya waktu luang yang dimiliki juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain.

 

Freelance

Berbeda dengan karyawan part-time yang kinerjanya dilihat dari jumlah jam kerja, pekerja freelance diukur dari banyaknya proyek yang di ambil. Namun pekerja paruh waktu dan freelance sama-sama tidak terikat oleh kontrak dan aturan ketat perusahaan.

 

Seperti namanya, freelance atau pekerja lepas benar-benar bekerja secara mandiri. Tidak ada atasan yang mengatur jalannya pekerjaan. Setelah menerima proyek dari klien, seorang freelancer tinggal mengerjakannya sesuai kesepakatan dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

 

Berbeda dengan pekerja part-time, pekerjaan untuk freelance tersebar di berbagai bidang. Mulai dari IT, marketing, penerbitan, konten hingga desain. Yang lebih menyenangkan lagi, profesi ini memberikan keleluasaan bagi pekerjanya untuk memilih waktu dan tempat kerjanya sendiri. Fleksibilitas yang diberikan cocok diberikan untuk kamu yang ingin punya penghasilan tambahan.

 

Tapi yang perlu diingat saat kerja freelance adalah jangan sampai kebebasan ini membuat kita terlena sehingga menunda-nunda pekerjaan. Atur waktu bekerjamu dengan baik sehingga target yang telah disepakati bersama klien tetap terpenuhi.

 

 

Nah, itulah perbedaan kerja part time dan freelance berikut kekurangan serta kelebihannya masing-masing. Pilih yang sesuai kemampuan dan ketersediaan waktumu. Walau hanya kerja sampingan, jangan sampai merusak kepercayaan perusahaan yang meng-hire.

 

Temukan berbagai pekerjaan menarik dan tips karir lainnya di Top Karir. Download aplikasi Top Karir sekarang atau kunjungi situs resminya di topkarir.com.

Artikel Terkait
Lihat Selengkapnya
Tips Merekrut Freelancer Berkualitas untuk Perusahaan Anda

Tips Merekrut Freelancer Berkualitas untuk Perusahaan Anda

Di era digital dan masa pandemi seperti sekarang ini, merekrut karyawan freelance bisa menjadi pilihan yang tepat. Kondisi perusahaan yang belum stabil mengharuskan kita untuk menekan pengeluaran termasuk juga dalam hal penggajian karyawan. Biasanya upah freelancer tidak terlalu memakan biaya besar sehingga bisa menghemat kas perusahaan. Maka tidak ada salahnya mempekerjakan karyawan freelance untuk membantu menyelesaikan project tertentu baik skala kecil maupun skala besar.   Namun memilih pekerja freelance yang berkualitas bukanlah perkara yang mudah, tidak jauh berbeda dengan menyeleksi karyawan tetap. Bagaimana tips jitu menemukan freelancer yang baik untuk bergabung dengan project perusahaan Anda? Berikut ulasan lengkapnya.   Pastikan portofolio dan track record-nya baik Pastikan kandidat freelance pilihan Anda memiliki keterampilan yang spesifik di suatu bidang. Cek portofolio/kumpulan karya yang mereka punya, lalu sesuaikan dengan kebutuhan project yang Anda tawarkan. Cari tahu juga, bagaimana track record (rekam jejak) kandidat freelancer yang akan Anda pilih, apakah kinerjanya memuaskan dengan klien sebelum-sebelumnya? Begitupun dengan sikap dan profesionalitas yang dimiliki.    Pastikan ia mempunyai skill komunikasi yang baik Freelancer yang menawarkan diri ke perusahaan Anda datang dari berbagai daerah, maka Anda harus sangat teliti dan selektif memilih freelancer untuk dipekerjakan. Pastikan ia mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, efektif dan fast response (cepat tanggap). Sebab, Anda akan lebih sering berinteraksi jarak jauh secara virtual bahkan sama sekali tidak bertatap muka secara langsung.   Komunikasi yang dilakukan secara virtual membutuhkan effort yang lebih, Anda dan freelancer harus bisa berinteraksi secara efektif dan menghindari miskomunikasi agar hasil kerja yang diberikan sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Kemampuan komunikasi yang baik juga membuat freelancer mudah menyampaikan pendapat dan ide-idenya untuk menghasilkan kinerja yang memuaskan bagi perusahaan Anda.   Pastikan identitas kandidat lengkap Masalah klasik yang sering dilakukan oleh freelancer adalah sulit dihubungi. Memang tidak semua freelancer melakukan kesalahan ini, namun Anda harus tetap selektif agar kasus semacam ini tidak terjadi di perusahaan Anda. Untuk mengantisipasi pekerja freelance memenuhi tanggung jawabnya sama project selesai, pastikan Anda memiliki identitasnya secara lengkap. Minimal kita memiliki kartu identitas dan nomor telepon/seluler yang aktif.   Hal ini ditujukan agar perusahaan Anda terhindar dari orang-orang yang lari dari tanggung jawab dan kesepakatan kerja yang sudah ditentukan. Pastinya perusahaan Anda tidak ingin merugi akibat membayar freelancer yang pergi sebelum project selesai dibuat dan hasil yang sesuai harapan.   Lakukan social media background check Social media background check tidak hanya dilakukan untuk menyeleksi karyawan tetap, namun juga efektif diterapkan sebelum merekrut pekerja freelance. Anda dapat memantau aktifitas kandidat melalui media sosial yang mereka miliki. Dari situ Anda bisa melihat kemampuannya berkomunikasi, hasil karya yang dibuat, keterampilan menulis, kemampuan bersosialisasi sampai sikap yang ditunjukkan dalam menanggapi informasi.   Temukan lewat platform freelancer terbaik Menemukan pekerja freelance memang agak tricky, namun Anda bisa dengan mudah menyeleksi dan menemukan kandidat terbaik dengan bantuan platform freelance yang tepat. Di TopKarir, Anda dapat mengiklankan lowongan freelance yang dibutuhkan, dan menyeleksi kandidat lebih mudah. Kelebihannya, Anda bisa langsung memilih dan mewawancarai kandidat freelancer secara virtual, tanpa perlu repot mempersiapkan interview offline.   Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda di TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.
Sukses Mengembangkan Bisnis dengan Mengandalkan Jasa Freelancer

Sukses Mengembangkan Bisnis dengan Mengandalkan Jasa Freelancer

Freelancer kini tengah menjadi tren di kalangan Milenial, sistem kerjanya yang fleksibel menjadi magnet yang kuat bagi mereka untuk beralih atau sekedar mencari penghasilan tambahan. Mereka ingin mengembangkan kompetensinya, mendalami bidang yang disukai dan menjadi bos untuk dirinya sendiri.   Majalah Forbes mengungkapkan jika Milenial keberatan jika bekerja selama 40 jam dalam seminggu. Generasi ini sangat menginginkan keseimbangan antara bekerja dan bermain. Milenial ingin bekerja dengan perusahaan yang memberikan fleksibilitas supaya gaya hidup mereka bisa tetap berjalan. Melihat fenomena ini, perusahaan harus bisa menyesuaikan diri dengan memberikan kesempatan kepada Milenial untuk bergabung sebagai pekerja lepas. Perusahaan bisa memberikan peluang karir melalui kerja freelance sekaligus memberi keuntungan untuk perusahaan itu sendiri.   Berikut TopKarir rangkum 4 kiat sukses mempekerjakan freelancer untuk perkembangan bisnis Anda.   Menentukan situs pencarian freelancer terbaik Langkah pertama, Anda harus memilih platform pencarian kandidat yang tepat. Anda bisa langsung menemukan kandidat freelancer terbaik di TopKarir Freelance. Ribuan anak muda yang terampil di berbagai bidang seperti marketing, developer, administrasi keuangan, desainer, kepenulisan dan masih banyak lagi tersedia di TopKarir Freelance. Anda akan mendapatkan kemudahan mengakses profil, mengetahui pengalaman dan rekam jejak kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Dilengkapi fitur chatting, Anda akan dengan mudah memberi berkomunikasi dan berdiskusi langsung dengan freelancer terpilih.   Pilih freelancer berdasarkan pengalaman dan personalitinya Untuk menemukan freelancer yang akan bekerja sama dengan perusahaan Anda, hal yang perlu dilakukan adalah background checking. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengalaman yang dimiliki kandidat freelance, dan cocok tidaknya dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu Anda juga bisa menilai sikap dan profesionalitasnya melalui rating yang diberikan klien sebelumnya kepada freelancer. Atau Anda dapat menelusuri media sosialnya untuk membaca karakter dan kemampuannya dalam beradaptasi.   Diskusi dan evaluasi setiap tugas dari project yang berjalan Anda harus bisa menyampaikan tugas kepada freelancer secara detail. Jika perlu buka forum diskusi untuk saling berbagi pendapat dan masukan. Setiap freelancer menyelesaikan tugasnya, jangan lupa memberikan feedback berdasarkan proses dan hasil kerja. Komunikasikan dengan baik hal apa yang kurang dan harus dipertahankan. Dengan begitu freelancer dapat memaksimalkan kinerjanya kedepan. Jangan lupa apresiasi hasil yang diberikan freelancer jika sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi perusahaan.   Bangun kedekatan dengan freelancer Membangun hubungan yang baik dengan freelancer sejak awal sampai project selesai bisa menguntungkan kedua belah pihak. Dilansir laman entrepreneur.com semua karyawan akan merasa puas dengan pekerjaannya ketika perusahaan juga menghargai semua pekerja dari berbagai level, termasuk freelancer. Jika kinerja freelancer memuaskan dan Anda bisa membangun koneksi yang baik dengannya, kemungkinan besar freelancer mau kembali bekerja sama untuk project freelance selanjutnya.   Itu tadi 4 kiat sukses membangun bisnis dengan mengandalkan freelancer. Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.  
Komentar